Pemkab Sukabumi Perkuat Kolaborasi Desa dan Puskesmas melalui Forum Komitmen Keluarga SIGAP

Selasa, 16 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Forum Komitmen Keluarga SIGAP digelar Pemerintah Kabupaten Sukabumi.

Forum Komitmen Keluarga SIGAP digelar Pemerintah Kabupaten Sukabumi.

TitikPoin.id – Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) dan Dinas Kesehatan, bekerja sama dengan Program Keluarga SIGAP, menggelar Forum Komitmen Keluarga SIGAP sebagai upaya memperkuat keberlanjutan program kesehatan keluarga di tingkat desa.

Forum tersebut merupakan tindak lanjut dari lokakarya pertama yang dilaksanakan pada November 2025 dan telah melibatkan 638 desa di tiga kabupaten, yakni Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Brebes, dan Kabupaten Banjar.

Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan keberlanjutan Program Keluarga SIGAP melalui integrasi program ke dalam perencanaan desa serta penguatan kolaborasi antara pemerintah desa dan Puskesmas.

Program Keluarga SIGAP (Siaga Dukung Kesehatan, Siap Hadapi Masa Depan) merupakan bagian dari dukungan terhadap transformasi sistem kesehatan Indonesia.

Program ini mendorong penerapan tiga perilaku utama bagi keluarga dengan anak usia 0–24 bulan, yaitu imunisasi rutin lengkap sesuai jadwal, cuci tangan pakai sabun (CTPS), serta pemberian makanan bergizi dan camilan sehat.

READ  Kecamatan Palabuhanratu Perkuat Sektor Perikanan dan Pariwisata Tingkatkan Ekonomi Masyarakat

Sejak dilaksanakan, Program Keluarga SIGAP telah menjangkau keluarga dengan anak usia 0–24 bulan melalui berbagai pendekatan, seperti pelatihan kader, kunjungan rumah, kelas ibu baduta, serta pemanfaatan media interaktif berupa poster dan alat permainan sebagai sarana komunikasi antara kader dan orang tua baduta.

Selain itu, program ini juga memanfaatkan media sosial sebagai media edukasi. Setelah uji coba pada tahun 2023, pada tahun ini Keluarga SIGAP diimplementasikan pada tiga wilayah scale up, yaitu Kabupaten Sukabumi di Jawa Barat, Kabupaten Brebes di Jawa Tengah, dan Kabupaten Banjar di Kalimantan Selatan.

Di Kabupaten Sukabumi, hingga Oktober 2025, Program Keluarga SIGAP telah menjangkau sebanyak 53.456 baduta yang tersebar di 285 desa. Sebanyak 3.876 kader dari 2.670 posyandu telah mendapatkan pelatihan dan melaksanakan 52.805 kunjungan rumah pertama, yang kemudian dilanjutkan dengan penyelenggaraan 2.963 Kelas Ibu Baduta di Posyandu.

READ  Asap Mengepul dari Toko Telur, Petugas Bobol Rolling Door untuk Kendalikan Api

Berbeda dengan lokakarya sebelumnya, forum kali ini lebih menekankan pada sinkronisasi perencanaan antara pemerintah desa dan Puskesmas. Hal ini dinilai penting untuk memastikan konsistensi dan keberlanjutan perubahan perilaku kesehatan di masyarakat.

Penasihat Advokasi Keluarga SIGAP sekaligus fasilitator utama kegiatan, Nuwirman, menegaskan bahwa keberlanjutan program harus berbasis kolaborasi. Menurutnya, sinergi antara desa dan Puskesmas sangat diperlukan agar upaya perubahan perilaku dapat berjalan secara konsisten.

Sementara itu, Koordinator Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat Tenaga Pendamping Profesional Kabupaten Sukabumi, Asep Saepul Bahri, menyampaikan bahwa sinergi antar pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah desa hingga dinas terkait, menjadi kunci dalam mewujudkan keberlanjutan Program Keluarga SIGAP.

Ia menekankan bahwa fokus program pada imunisasi rutin lengkap, cuci tangan pakai sabun, serta pemberian makanan bergizi bagi baduta merupakan langkah mendasar dalam menyiapkan generasi yang sehat.

READ  Dinas PU Rayakan Hari Bakti ke-80, Perkuat Semangat Pengabdian dan Layanan Infrastruktur Berkeadilan

Kepala Bidang Upaya dan Pembiayaan Kesehatan Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Sukabumi, H. Cucu Sumintardi, menambahkan bahwa Program Keluarga SIGAP sejalan dengan visi Kabupaten Sukabumi dalam menyiapkan generasi emas yang sehat.

Ia menilai program tersebut telah meningkatkan pengetahuan tenaga kesehatan dan kader, serta mendorong peran aktif orang tua untuk datang ke Posyandu melalui dukungan alat peraga dan sosialisasi tiga perilaku utama SIGAP.

Menurutnya, keberlanjutan Program Keluarga SIGAP membutuhkan komitmen bersama antara sektor kesehatan dan pemerintah desa agar praktik baik yang telah berjalan dapat terus dilaksanakan. Diketahui, forum ini berlangsung selama dua hari, yakni pada 16 dan 18 Desember 2025, dengan melibatkan 48 Kepala Urusan Perencanaan Desa dan 14 Kepala Tata Usaha Puskesmas, sebagai bagian dari upaya mendukung terwujudnya Generasi Emas 2045.***

 

 

(Red)

 

 

Berita Terkait

Kecamatan Cisolok Dorong Pengembangan Wisata Terpadu Potensi Unggulan Desa
Desa Cimanggu Palabuhanratu Optimalkan Potensi Pertanian dan Peternakan
Kolaborasi Bersih Pantai, Perkim Sukabumi Tertibkan Perahu di Kawasan Gadobangkong
Pastikan Aman dan Sesuai Teknis, Perkim Tinjau Progres Lahan Relokasi
DoronDesa Perbawati Kembangkan Komoditas Pertanian Unggulan
Kecamatan Palabuhanratu Perkuat Sektor Perikanan dan Pariwisata Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
Polres Sukabumi Gelar Tes Urine Usai Apel Pagi, Tegaskan Institusi Bersih Narkoba
Terkait Dugaan BBM Subsidi, Kuasa Hukum Tegaskan H. Ahmad Tidak Terlibat

Berita Terkait

Rabu, 1 April 2026 - 00:22

Kecamatan Cisolok Dorong Pengembangan Wisata Terpadu Potensi Unggulan Desa

Minggu, 1 Maret 2026 - 03:50

Desa Cimanggu Palabuhanratu Optimalkan Potensi Pertanian dan Peternakan

Rabu, 18 Februari 2026 - 06:39

Kolaborasi Bersih Pantai, Perkim Sukabumi Tertibkan Perahu di Kawasan Gadobangkong

Minggu, 15 Februari 2026 - 03:01

Pastikan Aman dan Sesuai Teknis, Perkim Tinjau Progres Lahan Relokasi

Rabu, 4 Februari 2026 - 22:52

DoronDesa Perbawati Kembangkan Komoditas Pertanian Unggulan

Berita Terbaru